Langsung ke konten utama

Menjadi Relawan Literasi, Dorong Penuntasan Keaksaraan di Desa



Pos baca merupakan tempat yang menyenangkan dan aman, dimana anak-anak dan masyarakat dapat berinteraksi dengan baca tulis dengan cara yang mendidik tapi juga menghibur. Pos baca mendorong percepatan penuntasan keaksaraan dan meningkatkan literasi masyarakat sehingga lebih akrab dengan buku. Pos baca bisa dibuka di setiap desa atau bisa 2 sampai 3 pos baca per desa tergantung kesepakatan dengan para relawan.

Menjadi relawan pos baca tentu dibutuhkan kesiapan mental dan pengabdian penuh. Pemuda lokal diharapkan mampu menjadi relawan pos baca agar masyarakat di desanya semakin gemar membaca.

Kurikulum Pos Baca antara lain:
1. Pengetahuan huruf : pengenalan huruf alfabet dn abjad

2. Kesadara Fonem : menguasai bahasa lisan

3. Kelancaran Membaca : kemampuan membaca yang tepat dan cepat

4. Kosakata : pemahaman memahami kata agar menguasai bacaan dan alur cerita

5. Pemahaman: proses menggali dam membangun arti secara simultan




PESERTA

1. Anak Pra Sekolah (Usia Paud)

2. Siswa sekolah dasar

3. Orangtua yang buta huruf

Fasilitator/Relawan 

1. Pemuda lokal setempat yang bersedia menjadi relawan berusia 16-25 tahun

2. fasilitator harus lancar membaca, ekspresif dan mampu mencitapkan suasana yang menyenangkan saat mengajar.

3. fasiltator harus melayani masyarakat dengan sukarela atas nama pengabdian kepada masyarakat.


Frekuensi Pos Baca

Bisa satu minggu sekali atau sesuai kesanggupan relawan.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Vs Pandemi

Mengikuti kompetisi sudah menjadi kebiasaanku sejak SD hingga sekarang. Meski jarang menang, tetapi sudah ikut berpartisipasi saja rasanya bahagia sekali. Ketika pandemi Covid 19 terjadi pada bulan Maret tahun 2020, hikmahnya kita lebih gampang mengikuti lomba seperti menulis Esai,  artikel, opini, KTI, cerpen, puisi, seminar, lomba desain, photografi, pelatihan, fellowship, nulis buku, beasiswa dan lain-lain. Jika dihitung, jumlah project menulis kala pandemi yang aku ikuti sekitar 30 lebih dari non Fiksi hingga Fiksi tapi yang menang bisa dihitung jari. Namun dari effort tersebut, banyak yang kita dapatkan yaitu kiriman buku gratis dari funding internasional dan nasional,  teman baru, relasi, wawasan, update teknologi aplikasi, hadiah menarik dan lain-lain serta jangan lupakan hadiah uang dan pulsa🤭😉. Selanjutnya, tahun 2021 bersiap untuk kompetisi lagi. Jika ada yang termotivasi dengan tulisan ini, maka tetap semangat, optimis, jangan pernah insecure, iri hati, dengki dan...

CATATAN UNTUK LOKAKARYA DARING PENULISAN

LOKAKARYA DARING PENULISAN SEKOLAH HARMONI INDONESIA 2020 PUSAT KAJIAN ISLAM KENEGARAAN (PSIK)   CATATAN UNTUK LOKAKARYA DARING PENULISAN Pelatih : Arif Sutanto MPd   1. Tulisan yang menarik cenderung bertolak dari suatu problem yang juga menarik. Karena itu, penting untuk berangkat dari suatu  problematisasi yang kuat . Problem yang datar hanya akan membuat tulisan Anda menjadi biasa saja. 2. Tulisan bagus selalu  terfokus  dan, apabila mungkin, mendalam. Jika Anda ingin membahas tentang ‘A’, maka tulisan Anda harus konsisten untuk membahas itu. Apa yang selain ‘A’ dibutuhkan hanya dalam kerangka mendukung bahasan tentangnya. 3. Jika tulisan Anda pendek, jangan berambisi untuk mengatakan tentang terlalu banyak hal. Eksplorasi perlu untuk  dibatasi  agar fokus dan kedalaman tulisan terjaga. Pembatasan itu tidak akan membuat Anda tampak bodoh, justru itu menunjukkan Anda konsisten. 4. Tidak ada hal baru di kolong langit. Jadi, jangan...

Pembelajaran Kelas Rangkap, Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan Wilayah Sulit Akses

SDN Karya Baru terletak di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa tepatnya di Kecamatan Orong Telu, termasuk salah satu kecamatan sulit akses. Terletak diwilayah pegunungan yang berbatasan dengan hutan lindung pegunungan Batulanteh sebagai wilayah penghasil kopi Sumbawa, sehingga beberapa tempat di wilayah ini memiliki tingkat kesulitan akses yang cukup menantang. Topologi wilayah dan persebaran penduduk yang tidak merata, menyebabkan beberapa sekolah hanya memiliki jumlah siswa yang sedikit. Memang tidak mudah untuk dapat sampai di sekolah ini, ada 2 alternatif jalur, jika melewati jalur antar desa bisa dilalui roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh untuk menuju ke sekolah bisa 1,5 sampai 2 jam lamanya, sedangkan jalur alternatif kedua melewati hutan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan berjalan kaki dengan waktu tempu 30-60 menit. Hal itulah yang menyebabkan sekolah ini hanya memiliki murid sebanyak 16 orang dari kelas satu (1) sampai kelas enam (6), sedangkan ...