Langsung ke konten utama

Postingan

Paruma Ero

Pada jaman dahulu kala ada seorang yang bernama Pangeran Batara Sukin yang kawin dengan seorang perempuan bernama lala Mangindara . Mereka bertempat tinggal di kampung Baman wilayah kolong . Pangeran Batara Sukin dan Lala mangindara mempunyai seorang anak laki - laki bernama Lalu Muhammad Maula. Pasangan Batara Sukin ada mempunyai kebun bertempat di wilayah Dadap, kira -kira berjarak satu kilometer dari Kampung Baman. Kebun tersebut lengkap dengan pemandiannya dari berbagai macam tanaman termasuk bunga - bunga yang indah berseri. Ketika Pangeran meninggal dunia Lalu Muhammad Maula telah berumur 17 tahun. Sepeninggalan ayahnya Lalu Muhammad Maula tetap melanjutkan pemeliharaan dan merawat berbagai macam tanaman yang ada termasuk bunga - bunga yang indah itu. Ketika suatu hari Lalu Muhammad Maula pergi ke kebunnya sungguh terkejut dan tercengan melihat bunga - bunga yang disayanginya itu berhamburan tidak karuan di atas tanah. Lalu Muhammad Maula duduk sejenak sambil m...

Keluarga, dan sisi lain Wiranto

Sisi lain Wiranto yang menarik justru terletak di keluarganya. Suami dari Hj Rugaiyah Usman dan ayah tiga anak masing-masing Amalia Santi, Ika Mayasari, sera (alm) Zainal Nur Rizky ini dikenal bersahaja mendidik anak-anaknya, di samping sangat mengutamakan bekal agama. Tak ada anak-anaknya yang "ditenteng" untuk memasuki tentara, bisnis, ataupun melewati karier di pemerintahan. Bahkan, keluarga dan anak-anaknya tidak diikutsertakan dalam agenda politik, apalagi menjadi calon anggota legislatif yang biasa terjadi di banyak parpol. "Saya tidak pernah mau membawa-bawa anggota keluarga untuk kepentingan fasilitas ekonomi, masuk ke tentara atau birokrasi, juga untuk membuat istri, adik, dan anak-anak terlibat dalam urusan politik yang saya pimpin baik untuk menjadi pengurus dan calon anggota legislatif," jelas Wiranto. Ia mengaku, pilihan tegas sikapnya itu sebagai bagian kesadaran moral berpolitik, yang tak menghendaki adanya wujud dinasti dalam kegiatan politikny...

Siput Dan Rusa

Pada zaman yang lampau, konon ceritanya terjadi peristiwa yang agak ajaib yaitu bersahabatlah dua jenis binatang yang berlainan tempat tinggalnya. Binatang yang hidup di air dan binatang yang hidup di darat, yaitu Siput dan Rusa. Pada awalnya mereka sangat intim bersahabat. Tetapi pada suatu saat terjadilah perselisihan paham,   dimana di antara keduanya saling mengejek dan memaki. Tidak ada di antara keduanya yang mau mengalah. Keduanya saling membanggakan kehebatan diri masing - masing. “Akulah yang paling hebat dibanding kamu”. Kata Rusa memuji dirinya. “Oh. Walaupun aku lebih kecil darimu”. Tetapi jelas akulah yang paling hebat kata siput membanggakan dirinya. “Hei.....Apa sih kehebatanmu?. Siput bertanya sinis. “Akulah di antara seluruh binatang yang ada di dunia ini yang paling cepat larinya”, kata Rusa menepuk dada. “Ahai” Kata Siput. ”Aku pernah adu lari dengan harimau, dengan anjing, dengan kuncing, dan ternyata akulah yang menang”, kata Siput sambi...

Biografi KAPOLRI

Biografi Kapolri Dulu-Sekarang 1.        Komisaris Jenderal (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo  "Jangan mengeluhkan tugas yang diemban". R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo. ( dikutip dari buku Museum Polri 2009 ) R. Said Soekanto Tjokrodiatmodjo lahir di Kampung Sawah, Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juni 1908. Ayahnya, Raden Ngabehi Martomihardjo, adalah seorang Asisten Wedana di Jasinga, Bogor, sementara ibunya bernama Raden Ajeng Kasmirah. Keluarga Soekanto tinggal di lembah Sungai Cisadane yang subur. Soekanto dididik disiplin Barat oleh ayahnya dan ajaran Islam oleh budenya. la tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tabah, teliti, dan tidak mudah menyerah. Sebagai anak pertama, ia memang diharapkan bisa memberi contoh untuk adik-adiknya.Pendidikan formal Soekanto dimulai ketika masuk Frobel School (Taman Kanak-kanak Belanda). Dua tahun kemudian, ia melanjutkan ke Sekolah Rakyat Belanda yakni Europeesche Lagere School (ELS) di Bogor hing...