Langsung ke konten utama

Postingan

Melatih Diri Sendiri Saat Ramadhan

Pertama-tama, puasa melatih dalam mengelola kehendak. Dengan berpuasa, kita melatih kehendak agar sesuai dengan kehendak Allah. Dalam perspektif sufi, hal itu menunjuk pada ketiadaan kehendak. Yang ada hanyalah kehendak Allah semata. Kita hanyalah pelaksana kehendak-kehendak-Nya. Konkretnya, dalam keadaan lapar dan haus pada siang hari di bulan Ramadhan. Bukankah yang paling enak kita melakukan makan dan minum? Namun, hal itu tidak dilakukan. Sebab, kita menyadari, makan dan minum pada siang hari  Ramadhan  menyalahi kehendak Allah. Dia mengharuskan kita agar menahan diri dari makan dan minum. Puasa juga melatih kita dalam persoalan ketaatan, kesabaran, dan kesungguhan kepada Allah. Bukankah karena ketaatan kita tidak berlaku curang dalam melaksanakan puasa? Kita, misalnya, tak makan atau minum secara sembunyi-sembunyi? Dengan kesabaran dan kesungguhan, kita bersedia melalui sebulan penuh Ramadhan dengan lapar, haus, dan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan p...

Doa Agar Allah Angkat Wabah Penyakit

Ditulis oleh al ustadz Abu Utsman Kharisman Dalam Shahih al-Bukhari, al-Imam al-Bukhari menuliskan judul sebuah Bab: باب مَنْ دَعَا بِرَفْعِ الْوَبَاءِ وَالْحُمَّى Bab Orang yang Berdoa untuk Terangkatnya Wabah dan Penyakit Demam (Shahih al-Bukhari) Itu adalah Bab terakhir dalam Kitab al-Mardho (tentang Orang-orang yang Sakit) dalam Shahih al-Bukhari. Dalam hadits Aisyah pada bab itu dikisahkan bahwasanya saat awal mula tiba di Madinah, Abu Bakr dan Bilal mengalami demam yang sangat. Kemudian Aisyah menceritakan kepada Nabi bagaimana ayahnya, Abu Bakr dan Sahabat Bilal radhiyallaahu anhum mengalami sakit saat baru tiba di Madinah. Kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berdoa: اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِى صَاعِهَا وَمُدِّهَا وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagai cinta kami kepada Makkah atau lebih dari itu, dan sehatkan Madinah (dar...

Beritakan Pandemi COVID, Sejumlah Jurnalis Ditangkap dan Diancam

Di tengah pandemi virus corona, DW memutuskan untuk memberikan penghargaan Freedom of Speech Award 2020 kepada 17 jurnalis dari 14 negara. Mereka mewakili semua jurnalis di seluruh dunia yang menghilang atau ditangkap atau diancam karena memberitakan pandemi Covid-19. Serbia: Ana Lalic Jurnalis wanita yang bekerja untuk situs web berita Nova.rs ini dipenjara selama dua hari setelah menerbitkan artikel tentang minimnya peralatan medis dan alat pelindung diri di Kota Novi Sad, Serbia. Slovenia: Blaž Zgaga Jurnalis investigasi lepas yang juga merupakan anggota Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), Blaž Zgaga, menerima pelecehan dari pemerintah dan ancaman pembunuhan oleh orang tidak dikenal. Belarus: Sergej Sazuk Jurnalis dari situs berita online Yezhednevnik, Sergej Sazuk, ditahan pada 25 Maret 2020 dan dibebaskan pada 4 April 2020 karena tuduhan menerima suap. Sebelum ditahan, Sazuk mengritik pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19. Presiden Bel...

Jomblo, Biar Gak Nyesal Setelah Nikah

*Kajian Ngaji Jomblo 1 : Biar Nggak Nyesel Setelah Nikah.* Oleh : Ustadz Felix Siauw *Mencari Pasangan* Alkisah seorang manusia yang diminta mengambil sebuah kayu yang paling bagus (menurutnya) di sebuah hutan. Aturannya satu : "manusia ini hanya boleh melangkah ke depan, tidak boleh mundur lagi," sampai ia keluar dari hutan tersebut. Manusia yang paling merugi adalah "dia yang tidak mengetahui kayu seperti apa yang paling bagus menurutnya" dan "dia terus membandingkan setiap kayu yang dia temui" hingga akhirnya "dia keluar hutan tanpa membawa kayu." Manusia merugi ini adalah ibarat seorang manusia yang ingin menikah tapi dia tidak tau apa tujuan ia menikah. Ia akan selalu 'galau' membandingkan lawan jenis yang ia temui. Pernikahannya pun akan penuh dengan penyesalan dan harapan-harapan yang tidak pasti. *Lantas bagaimana caranya agar tidak berakhir dengan penyesalan?* 1. Tentukan apa tujuanmu menikah? Seperti apa kehidup...

Medialika, Cara Alwy Kenalkan Matematika Dengan Mudah

Alwy, S.Pd guru kelas 1 SDN Labuhan Alas Kecamatan Alas awalnya mengalami kesulitan dalam mengajarkan materi penjumlahan dengan sifat asosiatif. Penjumlahan asosiatif adalah sifat operasi hitung terhadap 3 bilangan menggunakan bantuan pengelompokan 2 bilangan dengan tanda kurung dan apabila pengelompokan ditukarkan hasil tetap sama. Selama ini muridnya hanya bisa mengerjakan soal penjumlahan sifat komutatif saja.  Sifat komutatif adalah sifat pertukaran dua bilangan pada operasi hitung penjumlahan, dimana pengerjaan operasi hitung penjumlahan yang ditukar hasilnya tetap sama. Hal itu karena pada kurikulum KTSP, soal penjumlahan asosiatif baru didapatkan oleh siswa kelas 2 sedangkan pada kurikulum 2013 yang terhitung masih baru diimplementasi disekolahnya, soal penjumlahan asosiatif harus dikerjakan oleh siswa kelas 1.  “Anak-anak tidak semua bisa aktif belajar, saya terpacu bagaimana membuat siswa lebih aktif, agar siswa dapat menyerap pelajaran dengan...

Fatmawati Menyadari Pentingnya Pembelajaran Yang Terencana

Ketika mengajar operasi penjumlahan dan pengurangan di kelas 2 SDN Ai Puntuk, Fatmawati, S.Pd SD menghadapi tantangan.   Kebanyakan siswa tidak bisa mengerjakan soal tentang penjumlahan menggunakan soal cerita. “Saat saya berikan soal tentang penjumlahan dengan soal cerita, hanya beberapa siswa yang mau maju ke papan tulis untuk menjawab soal, sedangkan kebanyakan siswa hanya diam” kata Fatmawati.   Mengajar numerasi di kelas awal memang tidak cukup dengan metode ceramah dipapan tulis.   Sementara itu, keterbatasan sarana dan prasana di sekolah membuat Fatmawati jarang menggunakan media pembelajaran. Sebagai guru honorer, Fatmawati mulai menyadari ada yang harus diperbaiki dari cara mengajarnya selama ini. Apa yang dicemaskan Fatmawati terjawab dengan kehadiran program INOVASI. Di gugus 2 Kecamatan Moyo Hilir, guru secara aktif melaksanakan pelatihan pembelajaran numerasi melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Pelatihan ini merupakan bagian dari Program R...

Ayo Silaturrahmi dan Perpanjang Umur Kita

"Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim" (HR Bukhari-Muslim). Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menasihati, " Ar-rahim  itu tergantung di Arsy. Ia berkata, 'Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barangsiapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya" ( Muttafaqun ‘alaih ). Ada beberapa cara untuk dalam memelihara silaturrahim. Pertama , saling mengunjungi dan berkomunikasi. Ini dilakukan kepada orang yang dikenal maupun yang belum dikenal. Melalui kunjungan dan komunikasi, maka hubungan kasih sayang kian terawat. Antara mereka yang telah saling kenal, ini dapat menimbulkan kehangatan. Adapun bila belum saling mengenal, sapaan dapat menciptakan hubungan  silaturahim  baru. Minimal, menyapa dengan senyuman. Kedua , memberikan hadiah secara tulus. Islam mendorong tiap Muslim untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari m...

Aisyah, Muslimah Perawi Hadist Terbanyak

Ibnu Sa'ad pada kitab Thabaqat menghitung sekitar 700 perawi Muslimah yang pernah ada. Dan berada di rangking pertama, tersebutlah nama Aisyah binti Abubakar.  Dialah istri dari manusia paling mulia, Rasulullah SAW, sekaligus putri sahabat beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq.  Aisyah juga dikenal sebagai sosok yang cerdas, seperti dalam periwayatan hadis tadi, dia menjadi yang  diperhitungkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.  Dari mana muasalnya keunggulan Aisyah ini? Seperti diuraikan Muhammad Ibrahim Salim dalam buku  Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah , adalah kebersamaan yang cukup lama dengan Rasulullah menjadi faktor dominan di balik kefakihan serta keluasan ilmu yang dimiliki Aisyah.  Memang, wanita mulia ini telah dinikahi Rasulullah sejak berusia sembilan tahun, atau sepeninggal Sayyida Khadijah binti Khuwailid ra. Sekitar 10 tahun Aisyah mendampingi Nabi SAW, dan selama itu pula dia banyak menyerap keluasan ilmu...